Kamis, 06 November 2008

Akhirnya hari ini d'show is must begin,, doakan kami yak! mudah-mudahan semua lancar. dan biarkan tuhan berkarya lewat kami, komunitas tinthir, masyarakat dan peserta.

semoga Hidup benar-benar meberikan pencerahan sejati. Amin.

Sabtu, 25 Oktober 2008



Komunitas Tin-Thir
nduwe hajatan

~ NALIKO SEMONO ~
Yo, Nguri-Nguri Budhoyo Kitho!
Jenawi-Karanganyar 6-9 November 2008
AcaraNe Pokoke Jozz Tenan!!!

Ikuti sajian 4 hari penuh Wawasan, Aksi, dan Pencerahan. Di Desa Sidomukti, Dusun Noyu, Tawangrejo dan Dukuh Sebendo--Jenawi, Karanganyar. 6 km ke bawah dari Candi Cetho, Karanganyar. Acara NALIKO SEMONO diisi dengan; Seminar Kearifan Lokal,, Workshop Pengolahan Air,, Workshop Pengolahan Sampah,, Field Trip ke Mata Air,, Meditasi bareng-bareng di atas Sungai,, Aksi Tanam Pohon,, Aksi Susur dan Bersih Sungai,, Pasar Jajan Tradisional, diskusi kelompok, dan pokoknya masih banyak lagi yang seru. . .

Jadi,, bagi anda yang Pro Bumi Sehat, Budaya Lestari dan Masyarakat Nyaman,, mau PEDULI pada Budaya Lokal--Alam dan Kedamaian,, Mari... bergabung dan berjuang bersama kami. Mari membangun BUMI tempat ternyaman untuk ditinggali (A Better Place To Live) Bila Kita bisa sembuhkan dan hijaukan kembali BUMI,, kenapa Tidak! Mari melestarikan budaya-budaya yang terempas oleh modernitas dari jalur KeHidupan.

~ Pendaftaran akan ditutup tanggal 01 November 2008,,
~ Biaya pendaftaran Rp 80.000,- dikirim ke No. Rekening  0152482220 Atas Nama: Niki Dwi Permadi-Cabang BCA Solo
~ Lampiran pembayaran diserahkan pada panitia saat Technical Meeting
~ Tanggal 04 November 2008,, Pukul 17.00 - 19.00 Wib Technical Meeting di Kafe Green House,, belakang Lapangan Sriwedari. Bagi yang tidak dapat hadir atau berada diluar kota akan diberitahu panitia lewat telepon/e-mail.

Info lebih lanjut: Contact Person
Niko (081 329 007 894)
www.tinthir.blogspot.com
e-mail; tinthir@yahoo.com
   inga-inga think!

APA YANG BISA KITA LAKUKAN DI RUMAH UNTUK MEMBANTU LINGKUNGAN

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan di rumah untuk mengurangi kerusakan lingkungan.
Matikan lampu saat tidak dibutuhkan. Saat bola lampu perlu diganti, gantilah dengan lampu hemat energi
Jangan boros air
Daur ulang
Anjurkan orang tua untuk mengendarai mobil hemat bensin dan jangan terlalu memanaskan rumah.
Jangan biarkan hewan peliharaan pergi walaupun kita sudah tidak menginginkannya lagi. Sebelum membeli hewan, pastikan kita sudah siap untuk merawatnya. Mempunyai hewan peliharaan adalah suatu tanggung jawab.
Hal-hal yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan hutan hujan:
Jangan membeli produk yang dibuat dari kulit hewan
Jangan membeli hewan peliharaan langka yang ditangkap dari hutan. Kita dapat bertanya pada toko hewan apakah hewan yang dijual ditangkap liar atau dikembangbiakkan. Hewan yang dikembangbiakkan lebih ramah bagi lingkungan.
Beli kertas daur ulang
Jangan membeli produk kayu dari Indonesia, Malaysia, Brazil, atau Afrika kecuali kita tahu kayu-kayu tersebut berasal dari suplier ramah lingkungan. Cara mudah untuk mengetahui apakah kayu tersebut aman bagi hutan hujan adalah bila memiliki label sertifikasi. Sebagai contoh label sertifikasi adalah "FSC-certified" yang berarti kayu tersebut berasal dari hutan yang diatur secara berkepanjangan.
Belajar lebih banyak mengenai hutan hujan serta tumbuhan dan hewan yang hidup di dalamnya. Ceritakan pada teman dan orang tua tentang pentingnya hutan hujan.

REHABILITASIKAN DAN PULIHKAN HUTAN HUJAN

Dalam rangka mencoba melindungi hutan hujan, kita juga butuh untuk melihat bagaimana hutan yang rusak dapat disehatkan kembali. Walaupun tidak mungkin untuk menanam kembali sebuah hutan hujan, beberapa hutan hujan dapat memulihkan diri setelah ditebangi -- terutama jika mereka mendapat bantuan melalui penanaman pohon kembali. Di beberapa kasus, bisa juga menggunakan lahan hutan yang telah ditebangi untuk dijadikan lahan pertanian sehingga dapat menyediakan makanan bagi orang-orang di sekitarnya. Saat mereka telah memiliki makanan, mereka tidak butuh untuk menebang lebih banyak hutan untuk menanam tanaman.

Salah satu hasil penelitian yang cukup menjanjikan merujuk pada masyarakat kuno yang hidup di hutan hujan Amazon sebelum kedatangan bangsa Eropa pada abad ke 15. Rupanya mereka mampu memperkaya tanah hutan hujan, yang biasanya cukup tandus, menggunakan arang dan tulang-belulang hewan. Dengan meningkatkan kualitas tanah, banyak area Amazon yang telah ditebangi dapat digunakan untuk mendukung pertanian. Ini dapat mengurangi tekanan pada wilayah hutan hujan untuk lahan pertanian. Lebih jauh lagi, tanah yang dinamakan tanah "terra preta" dapat digunakan untuk menolong melawan pemanasan global karena juga menyerap karbon dioksida, gas rumah kaca yang penting.

ANJURKAN ORANG-ORANG UNTUK HIDUP DENGAN CARA YANG TIDAK MERUSAK LINGKUNGAN

Bagian kunci untuk menyelamatkan hutan hujan dan lingkungan adalah memberikan anjuran pada orang-orang untuk hidup dengan cara yang tidak menyebabkan kerusakan pada lingkungan sekitar mereka. Mengendarai mobil yang hemat bahan bakar, menghemat air, mematikan lampu saat tidak dibutuhkan, dan mendaur ulang adalah cara-cara yang dapat kita dan keluarga kita lakukan untuk mengurangi pengaruh yang kita sebabkan pada kerusakan lingkungan.

Apa yang bisa saya lakukan untuk menolong lingkungan?

Di negara-negara hutan hujan, banyak ilmuwan dan organisasi yang bekerja untuk menolong penduduk lokal hidup dengan cara yang tak terlalu merusak lingkungan. Beberapa orang menyebut ide ini dengan "sustainable development" (perkembangan yang berkepanjangan). Sustainable development memiliki tujuan untuk meningkatkan kehidupan dari masyarakat yang pada saat bersamaan juga melindungi lingkungan. Tanpa meningkatkan taraf hidup masyarakat yang tinggal di dan di sekitar hutan hujan, akan sangat sulit untuk melindungi taman dan alam liar. Agar taman-taman tersebut bisa berguna, masyarakat lokal harus tertarik pada konservasi.

MENDIRIKAN TAMAN YANG MELINDUNGI HUTAN HUJAN DAN ALAM LIAR

Membuat wilayah-wilayah yang dilindungi seperti taman nasional adalah cara yang baik untuk menyelamatkan hutan hujan dan ekosistem lainnya. Wilayah yang terlindingi ini adalah lokasi yang mendapatkan perlindungan karena nilai-nilai lingkungan atau budayanya. Pada umumnya, wilayah yang dilindungi ini diatur oleh pemerintah dan menggunakan polisi hutan untuk menegakkan aturan di taman dan melindunginya dari aktivitas ilegal seperti berburu dan penebangan pohon.

Saat ini taman-taman melindungi banyak dari spesies yang hampir punah. Hewan seperti panda hanya ditemukan di daerah-daerah yang dilindungi.

Taman akan bisa berhasil dengan baik bila mereka didukung oleh penduduk lokal yang tinggal di dan di sekitar wilayah yang dilindungi tersebut. Jika penduduk lokal mempunyai ketertarikan pada taman, mereka akan membentuk "community watch" (penjagaan masyarakat) yang melindungi taman dari penebangan hutan ilegal dan perburuan gelap.

Cara efektif untuk melindungi hutan hujan adalah melibatkan penduduk asli di manajemen taman. Para penduduk asli ini lebih tahu mengenai hutan dibandingkan dengan siapapun dan memiliki ketertarikan untuk menjaganya dengan aman sebagai ekosistem yang telah memberinya makanan, tempat berlindung, dan air bersih. Penelitian telah menemukan bahwa di beberapa kasus, "indigenous reserves" justru sebenarnya melindungi hutan hujan dengan lebih baik dibandingkan dengan "taman nasional" di Amazon.

Taman-taman ini juga dapat membantu perekonomian di negara-negara hutan hujan dengan cara menarik minat para turis asing yang membayar biaya masuk, menyewa guide alam lokal, dan membeli kerajinan lokal seperti keranjang, kaos, dan gelang manik-manik.

DUKUNG PERUSAHAAN YANG TIDAK MERUSAK LINGKUNGAN

Saat ini banyak perusahaan yang peduli mengenai lingkungan. Perusahaan-perusahaan ini mencari cara untuk mengurangi pengaruh kerusakan mereka terhadap lingkungan sekitarnya dengan cara daur ulang, mengurangi penggunaan tenaga, dan mendukung usaha konservasi di negara-negara lain. Bila konsumen seperti kita dan orang tua kita mendukung perusahaan-perusahaan ini dengan membeli produk dan jasa mereka, maka lingkungan akan menjadi lebih baik.

Bagaimana cara mencari tahu apakah suatu perusahaan ramah lingkungan atau tidak

EKOTURISM

Ekoturism adalah perjalanan yang bertanggungjawab pada lungkungan, untuk menghargai dan menikmati pegalaman di alam dan budaya. Ekoturism harus mempunyai pengaruh yang rendah terhadap kerusakan lingkungan dan membantu keberadaan penduduk lokal.

Kamis, 11 September 2008

Komunitas Tin-Thir
nduwe hajatan
~ NALIKO SEMONO ~
Yo, Nguri-Nguri Budhoyo Kitho!
Jenawi-Karanganyar 6-9 November 2008


Acarane... pokok'e jozz tenan!
 
Komunitas Tin-Thir mengadakan acara ini sebab setelah mendapat banyak Link dari acara The 6th International Youth Conference,, kembali memberikan wacana kesadaran dan juga aksi dari selirih kesadaran. Akan Hidup yang semakin ruwet dan Alam Semesta yang semakin rusak,, sudah barang tentu sebab ulah tangan kita yang melahirkan Industri yang mengagung-agungkan kemudahan dan kecepatan tanpa peduli hasil buangannya; Efek industri, semisal sampah yang meracuni tidak hanya manusia tapi juga Bumi. 

Acara ini tentang bagaimana kita peduli,, dan mau bergabung untuk beraksi selamatkan Budaya,, Sosial,, dan Alam. Bukan lagi sikap sok kritis yang ternyata hanya dikerjakan dipermukaan saja. Mari menjadi bagian masyarakat yang PEDULI akan dampak tatanan lingkungan yang rusak,, untuk memulai menyembuhkan dan membenahi.

*Betapa kita dianugerahi rasa PEDULI, bukan? Dan kita tahu,, itulah yang membuat kita menjadi Manusia dan sederhana. 

Acara ini mungkin akan sangat padat dan nyaman,, karena langsung menusuk ke target permasalahan yang tidak hanya ada di desa jenawi pun mengglobal seperti;
~ Seminar dan Workshop tentang kearifan lokal,, air,, dan sampah. 
~ Aksi; Ngenger di rumah masyarakat Noyu dan Tawangrejo untuk sosialisasi pada masyarakat dengan berbagi kesadaran.
~ Meditasi di atas sungai,, aksi susur dan bersih sungai. 
~ Puncak acara akan diadakan pasar jajan tradisional yang di setting Naliko Semono,, tanpa listrik hanya ada penerangan dari Dian atau Pelita (tinthir) juga Penjor dan Obor,, yang paling menarik anda akan membeli jajanan yang masyarakat jual dengan uang kreweng (uang dari tanah liat/genteng).

*Semua serba Naliko Semono. Demi Kebersamaan Untuk Keberlangsungan Hidup,, mari bergabung dan jadilah bagian dari renik kecil semesta yang bergemerisik memancarkan keindahan cahaya masing-masing. Sebab kita PEDULI, iya-kan?  

~ Pendaftaran ditutup tanggal 03 November 2008.
~ Biaya pendaftaran Rp 80.000,- dikirim ke No. Rekening 0152482220 Atas Nama : Niki Dwi Permadi -- Cabang BCA Solo 
~ Lampiran pembayaran diserahkan pada panitia saat Technical Meeting
~ Tanggal 04 Oktober 2008,, Pukul 17.00 - 19.00 Wib Technical Meeting di Kafe Green House, Belakang Sriwedari

Info lebih lanjut: Contact Person 
~ Niko (081 329 007 894) 
~ www.tinthir.blogspot.com 
~ e-mail; tinthir@yahoo.com





Komunitas Tin-Thir berterima kasih begitu besar penuh kehangatan teruntuk panitia The 6th International Youth Conference 2008 dan Ketua Komunitas Nyawiji yang mau memberikan kesempatan pada Komunitas Tin-Thir untuk menjadi bagian dari panitia dan acara IYC.
Kami sangat merasa bahagia ketika acara di desa Sidomukti sukses dan lancar,, ini juga atas kerjasama panitia dan peserta yang masih mau meniik desa Sidomukti dengan permasalahan yang pelik bin ruwet. Acara yang hanya leyeh-leyeh sambil ngobrol ngalor-ngidul dan field trip ke mata air di Telukan-Tawangrejo,, lingkaran permasalahan desa ini yang sebelumnya sudah di workshop-kan di Segoro Gunung. 

Komunitas Tin-thir sangat bangga akan pencapaian wacana atas kesadaran yang semoga seperti yang kita harapkan,, sistem getok tular. Kami mengharapkan jangan pernah putus Link karena untuk mengapai kesadaran yang harus dibangkitkan,, memang kita adalah generasi yang harus berkembang secara sadar,, sebab dunia semakin tua dan rusak hanya kita yang sanggup mencegah dan menyembuhkannya sebelum apa yang tidak kita harapkan terjadi. 

Maturnuwun sanget kagem rencang-rencang Panitia,, Peserta The 6th International Youth Conference 2008 lan Ketua Komunitas Nyawiji,, mugi-mugi kerjasama niki mboten putus. Mari bersama berkarya untuk mewujudkan hijau dan damainya Dunia.

--Tabik--  
Tin-Thir
The 6th International Youth Conference
On Globalization „Changing DNA“
If You Change Your DNA, You Will Really Change Your Life

Karanganyar, 3rd – 10th of August 2008

Changing DNA is a new concept and /or a new idea about how to ’change’ in this modern world. But it is not just about changing it is more about changing in a sustainable way. It is not a matter of fulfilling what we need now, but also preparing what we will need in the future. How can we change is one of the biggest questions in this concept. And what kind of changes do we need? What is a DNA? What is the correlation between DNA and being to change? Through those questions we were struggling and brain storming about the concept and theme of The 6th International Youth Conference in the past 4 months. 


DNA is the blueprint of life; it is located in every living cell on earth, which can control each function inside of it. Here we will not only discuss the DNA of a human being and not merely in a scientific way but more in a broader sense. Imagine if not only the living thing that has DNA, imagine if every thing in this world had it’s own DNAs. Social DNA, cultural DNA, environment DNA, institution DNA, organization DNA, society DNA, etc. It formed the character of every subject that follows. What if some of the DNA has become a problematic one? With the development of the world, DNA is growing in its own rhythm, what if this DNA is growing not in a good way?


From there we will start to focus on the problems we face in this present time. Tracking down from where problems might come from, we have to ask whether is it coming by itself or coming from somewhere else. It is like putting down a fire, when you know the source, it will be easier to handle it. This conference will try to find out about, what can a single man do for this world?


This year conference will not be the same conference like the previous years. All participants are invited to struggle with their personal experiences and documentations in life to achieve the maximum result from the conference. There will so many different kinds of activities that needs to documented and in the end to be summarized by participants. This will be the basic foundation for the participants to start moving in their own society. The activities are seminar or conference; workshops of artistic and cultural subject; action on planting trees and environment conservation; cultural performances and many more.


The aim of this conference is to find a new way and/or a concept to react in this globalization world, not just accepting and repeating the same action, but also to act in another way to create a sustainable world and society. 


Solo International Youth Conference is one of other Youth Conferences in all over the world. Basically, it has the same idea, which is a forum for young people to meet and express their personal opinions and ideas about environmental, social and also cultural issues. To find out what is the role for young people in all over the world in preparing a place and an environmentr to live for the next generations. And by having it internationally, the young people know that they are not walking alone in this problematic’s world.


Time and Venue:

3 - 8 of August 2008: Toh Kuning, Karanganyar

8-10 of August 2008: Cetho temple, Ngargoyoso, Karanganyar

This year conference will be held in a beautiful mountain landscape with agricultural and tourism objects. Participants will stay in families for the whole week. You will spend more time with a family in the countryside, and have a space for knowledge transfer among people and generations. And all of the conference’s programs are going to be done in the surrounding villages where the will stay with.

Activities:
Conferences
Cultural and Environmental workshops
Games and Performances
Cultural and Environmental actions
Night Exchange
Study tour
And many more

Organizers:

The 6th International Youth Conference is organized by young people form different background of studies and level. There are high school students, university students, farmers, environment activist, social worker, cultural community, and also the local society. All of those people are member of two associations called NYAWIJI and LPKBN. NYAWIJI is, LPKBN is Both associations are based on cultural subject especially in Indonesia. The association has the same concern about what is happening in the society, concerning the cultural degradations. Together they wanted to realize their concern trough this initiative to inform the society about the problem we are facing in this present time.


 

Copyright 2010 Tin-Thir.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.